Lompat ke isi

Kurun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Eon)
Skala waktu geologi, direpresentasikan secara proporsional sebagai spiral logaritmik yang memuat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Bumi. Satu megaannum (Ma) mewakili satu juta (\(10^{6}\)) tahun.

Kurun atau eon (dalam bahasa Inggris: eon atau aeon) adalah satuan geokronologi atau pembagian waktu terbesar dalam skala waktu geologi.[1] Dalam penggunaan umum, kurun dapat merujuk pada rentang waktu sembarang yang ditentukan secara subjektif oleh manusia, namun dalam ilmu geologi dan paleontologi, kurun memiliki definisi ilmiah yang ketat berdasarkan rekaman stratigrafi dan perubahan struktural berskala masif pada Bumi.

Setiap kurun geokronologi memiliki padanan satuan kronostratigrafi yang disebut eonotem (eonothem), yang merujuk pada keseluruhan lapisan batuan atau sedimen yang diendapkan secara kontinu selama rentang waktu kurun tersebut berlangsung.[2]

Hierarki dalam skala waktu

[sunting | sunting sumber]

Dalam struktur formal skala waktu geologi yang ditetapkan oleh Komisi Internasional tentang Stratigrafi (ICS), kurun menempati posisi tertinggi dan tersusun atas beberapa sub-unit di bawahnya. Tata urutan pembagian waktu serta padanan lapisan batuannya dari yang terbesar hingga terkecil meliputi:[3]

  1. Superkurun (Supereon) / Supereonotem (Supereonothem) — contohnya Prakambrium.
  2. Kurun (Eon) / Eonotem (Eonothem) — pembagian utama sejarah bumi.
  3. Masa (Era) / Eratem (Erathem) — subdivisi dari kurun.
  4. Zaman (Period) / Sistem (System) — subdivisi dari masa.
  5. Kala (Epoch) / Seri (Series) — subdivisi dari zaman.
  6. Umur (Age) / Jenjang (Stage) — subdivisi terkecil.

Masih terdapat perbedaan hasil terjemahan istilah-istilah tersebut dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di dalam berbagai literatur populer dan buku teks pendidikan umum, misalnya eon diterjemahkan sebagai kurun dan era sebagai masa, ataupun sebaliknya. Meskipun demikian, dalam standardisasi pemetaan geologi nasional, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) melalui Sandi Stratigrafi Indonesia menetapkan kesepakatan baku bahwa satuan waktu eon dipadankan sebagai kurun dan era dipadankan sebagai masa.

Empat kurun geologi resmi

[sunting | sunting sumber]

Sains modern melalui konsensus Persatuan Internasional Ilmu Geologi (IUGS) secara resmi membagi sejarah Bumi selama sekitar 4,6 miliar tahun menjadi empat kurun utama:[4]

Kurun Hadean (Hadeikum)

[sunting | sunting sumber]

Kurun Hadean berlangsung sejak pembentukan Bumi sekitar 4.600 juta tahun lalu hingga berakhir pada 4.000 juta tahun lalu. Nama kurun ini diambil dari Hades, dewa bawah tanah Yunani, yang mencerminkan kondisi Bumi purba yang sangat ekstrem, bersuhu tinggi, penuh aktivitas vulkanisme, dan belum memiliki lapisan kerak bumi yang stabil akibat benturan masif benda angkasa luar.

Kurun Arkean (Arkeikum)

[sunting | sunting sumber]

Kurun Arkean berlangsung dari 4.000 juta tahun lalu hingga 2.500 juta tahun lalu. Pada kurun ini, kerak Bumi mulai mendingin dan memadat sehingga membentuk prototipe benua pertama. Atmosfer purba mulai terbentuk tanpa kandungan oksigen bebas, dan bukti kehidupan sel tunggal paling awal (prokariota dan sianobakteri) mulai muncul di dalam lautan hangat.

Kurun Proterozoikum

[sunting | sunting sumber]

Kurun Proterozoikum berlangsung dari 2.500 juta tahun lalu hingga berakhir sekitar 538,8 juta tahun lalu. Kurun ini ditandai oleh Peristiwa Oksigenasi Besar (Great Oxidation Event) yang mengubah komposisi atmosfer secara radikal. Kehidupan berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi organisme eukariota kompleks serta multiseluler, yang diakhiri oleh kemunculan Biota Ediakara. Gabungan kurun Hadean, Arkean, dan Proterozoikum secara tradisional sering dikelompokkan ke dalam satu superkurun tak formal bernama Prakambrium.

Kurun Fanerozoikum

[sunting | sunting sumber]

Kurun Fanerozoikum berlangsung sejak 538,8 juta tahun lalu hingga saat ini. Nama kurun ini berarti "kehidupan yang terlihat", yang ditandai secara masif oleh peristiwa Ledakan Kambrium di mana organisme hidup yang memiliki cangkang dan rangka keras mulai berkembang biak secara eksponensial dan terekam jelas dalam bentuk fosil di lapisan batuan sedimen.

Posisi waktu saat ini

[sunting | sunting sumber]

Secara kronologis, manusia dan seluruh peradaban modern saat ini hidup di bawah garis waktu geologi spesifik berikut:[5]

  • Kurun: Fanerozoikum (berlangsung sejak terbentuknya fosil kompleks).
  • Masa: Kenozoikum (era mamalia dan tumbuhan berbunga modern).
  • Zaman: Kuarter (zaman yang ditandai oleh siklus Zaman Es dan evolusi manusia).
  • Kala: Holosen (rentang waktu pasca-glasial akhir). Beberapa ilmuwan sosiologi dan geologi juga mengusulkan kala baru bernama Antroposen untuk menandai era dominasi dampak aktivitas industrialisasi manusia terhadap ekosistem dan lapisan geologi global.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Gradstein, Felix M.; Ogg, James G. (2020). The Geologic Time Scale 2020 (dalam bahasa Inggris). Elsevier. ISBN 978-0128243602.
  2. "International Stratigraphic Guide: Chronostratigraphic Units". International Commission on Stratigraphy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-19.
  3. "International Chronostratigraphic Chart". International Commission on Stratigraphy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-19.
  4. Tarbuck, Edward J.; Lutgens, Frederick K. (2016). Earth: An Introduction to Physical Geology (dalam bahasa Inggris). Pearson. ISBN 978-0134074252.
  5. Gradstein, Felix M. (2012). The Geologic Time Scale 2012 (dalam bahasa Inggris). Elsevier.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Templat:Daftar skala waktu geologi