Lompat ke isi

Tumbuhan karnivora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah buyung atas dari Nepenthes lowii, sebuah tanaman buyung tropis yang menggantikan gaya makan karnivoranya dengan hal-hal yang dijatuhkan oleh tupai[1][2][3]

Tumbuhan karnivora adalah tumbuhan yang mendapatkan sejumlah kecil atau sejumlah besar nutrien mereka (namun bukan energi) dari menjebak dan menyantap hewan atau protozoa, biasanya serangga dan artropoda lainnya. Tumbuhan karnivora beradaptasi untuk tumbuh di tempat-tempat di mana tanah yang gersang atau kurang akan nutrien, seperti rawa gambut yang mengandum asam. Charles Darwin menulis Insectivorous Plants, sebuah risalah terkenal pertama tentang tumbuhan karnivora, pada tahun 1875.[4]

Terdapat lebih dari 600 spesies tanaman karnivora yang memiliki kemampuan untuk menangkap dan mencerna mangsa yang telah berevolusi secara independen selama enam kali periode tanaman berbunga. Salah satu tanaman yang paling terkenal adalah Venus flytrap. Tanaman ini tampak menyeramkan dengan mekanisme perangkapnya yang dapat menutup dengan cepat. Namun demikian, tanaman ini tidak memakan serangga dan hewan lainnya sebagai sumber energi. Tanaman ini mendapatkan sumber energi dengan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan gula dari karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari. Serangga dan hewan lainnya yang terjebak di dalam tanaman, akan dicerna menjadi nitrogen dan nutrisi lain. Hal ini memungkinkan tanaman ini untuk hidup di tanah miskin hara. Kemampuan adaptasi ini memungkinkan untuk hidup di habitat seperti rawa gambut dan lahan basah.[5]

Beragam spesies tanaman karnivora telah berevolusi menghasilkan beragam jenis perangkap untuk memikat serangga dan hewan kecil lain. Tanaman kantong semar memikat dengan cara jebakan pasif berisi cairan pencernaan. Tanaman Sundew dan Butterwort menjerat serangga menggunakan daun lengket. Tanaman Venus flytraps dan Butterwort air menjerat mangsanya menggunakan mekanisme perangkap jepret yang cepat. Berbagai tanaman karnivora tersebut memikat dan mencerna serangga dan hewan invertebrata lainnya. Namun demikian, ditemukan beberapa tanaman kantong semar berukuran besar mampu mencerna katak, hewan pengerat, dan hewan vertebrata lainnya. Beberapa tanaman ini juga memanfaatkan serasah daun dan kotoran hewan sebagai sumber nutrisi.[6]

Banyak spesies yang terancam punah. Hal tersebut terjadi karena banyak tanaman karnivora hidup di habitat yang memiliki lingkungan yang sangat khusus dan memiliki area geografis yang terbatas.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Clarke C.M.; Bauer U.; Lee C.C.; Tuen A.A.; Rembold K.; Moran J.A. (2009). "Tree shrew lavatories: a novel nitrogen sequestration strategy in a tropical pitcher plant". Biology Letters. 5 (5): 632–635. doi:10.1098/rsbl.2009.0311. PMC 2781956. PMID 19515656.
  2. ↑ Chin L.; Moran J.A.; Clarke C. (2010). "Trap geometry in three giant montane pitcher plant species from Borneo is a function of tree shrew body size". New Phytologist. 186 (2): 461–470. doi:10.1111/j.1469-8137.2009.03166.x. PMID 20100203.
  3. ↑ Clarke C.; Moran J.A. (2010). "Pitcher plants: perspectives and avenues for future research". Plant Signaling & Behavior. 5 (10): 1187–1189. doi:10.4161/psb.5.10.12807. PMC 3115346.
  4. ↑ Darwin C (1875). Insectivorous plants. London: John Murray. ISBN 978-1-4102-0174-4. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-23. {{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  5. ↑ "Do Carnivorous Plants Eat Their Prey? | Carnivory, Sundew, Pitcher Plant, Adaptation, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-16.
  6. ↑ "Do Carnivorous Plants Eat Their Prey? | Carnivory, Sundew, Pitcher Plant, Adaptation, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-16.
  7. ↑ "Do Carnivorous Plants Eat Their Prey? | Carnivory, Sundew, Pitcher Plant, Adaptation, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-16.

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]

Templat:Wikisource cat

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]