Lompat ke isi

Kepulauan Andaman dan Nikobar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kepulauan Andaman dan Nikobar
Peta India dengan letak Kepulauan Andaman dan Nikobar ditandai.
Peta India dengan letak Kepulauan Andaman dan Nikobar ditandai.
Ibu kota
 - Koordinat
Port Blair
 - 11°41′N 92°46′E / 11.68°N 92.77°E / 11.68; 92.77
Kota terbesar Port Blair
Populasi (2011)
 - Kepadatan
380.581 (Ke-32)
 - 46/km²
Area
 - Distrik
8.249 km² (Ke-27)
 - 3
Zona waktu UTC +5:30
Pembentukan
 - Letnan Gubernur
1 November 1956
 - Bhopinder Singh
Bahasa resmi Nikobar, Bengali, Inggris, Hindi, Tamil, Malayalam, Telugu, Punjabi
Singkatan (ISO) IN-AN
Situs resmi: www.and.nic.in

Kepulauan Andaman dan Nikobar (Inggris: Andaman and Nicobar Islands, disingkat A & N Islands atau ANI) adalah sebuah wilayah persatuan di India. Terletak di Samudra Hindia, kepulauan ini terdiri atas 2 kelompok utama — Kepulauan Andaman dan Kepulauan Nikobar — yang memisahkan Laut Andaman ke timur dari Samudra Hindia. Dua kelompok ini dipisahkan oleh 10° LU paralel, kepulauan Andaman membentang ke utara garis bujur ini, dan kepulauan Nikobar ke selatan. Ibu kota teritori ini ialah kota Port Blair di Andaman.

Berdasarkan sensus India tahun 2001, wilayah persatuan ini memiliki penduduk sebesar 356.152 jiwa,[1] sementara pada Sensus 2011 berjumlah 280.581 jiwa.[2] Luas wilayah daratan Kepulauan Andaman dan Nikobar diperkirakan sekitar 8.249 km².[3]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Kemungkinan nama Andaman berasal dari kata Handuman, dinamai dari dewa India Hanuman yang tertera di dalam wiracarita agama Hindu, Ramayana.[4] Tempat tersebut dinamakan dengan nama yang serupa oleh penduduk Melayu, yang dulu pernah terlibat dalam perdagangan budak di daerah tersebut.[5] Tempat tersebut juga memiliki beberapa sebutan lain, seperti Angademan oleh Klaudius Ptolemaus pada abad ke-2 M dan Angamanian oleh Marco Polo pada abad ke-13.[4] Sementara itu, Nicobar, yang terlatak di rute laut yang menghubungkan India Selatan ke Asia Tenggara, dikenal dengan sebutan Nakkavaram, yang berarti "tanah telanjang"; nama tersebut diambil dari bahasa Tamil yang kemudian berganti nama menjadi Nikobar.[6] Pada Abad Pertengahan, yakni sekitar 500 hingga 1500 SM, Nikobar dikenal dengan sebutan Lankhabatus di Semenanjung Arab; kemungkinan karena kesalahan penulisan nama Nakkavaram pada transkripsi. Karya pada abad ke-11 Kathasaritsagar menunjukkan nama tersebut sebagai Narkel Dweep (yang berarti Pulau Kelapa di Bengali).[6] Marco Polo menyebut pulau tersebut Necuverann. Di Tiongkok, pulau tersebut dinamakan Lo-Jan Kuo, terjemahan Nakkavar dengan arti yang sama.[6]

Awal mula

[sunting | sunting sumber]

Menurut beberapa kajian genetik dan kebudayaan, penduduk pribumi Andaman kemungkinan terisolasi dari penduduk lain selama zaman Paleolitikum Pertengahan yang berakhir selama 30,000 tahun yang lalu.[7] Bukti arkeologi mengenai pulau tersebut berpusat pada situs lokasi bukit kerang.[8] Pulau tersebut pernah disebutkan oleh Klaudius Ptolemaeus pada abad ke-2 M.[9][10]

Abad pertengahan

[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Nikobar merupakan rute dagang utama yang menghubungkan India ke Asia Tenggara sekaligus memiliki hubungan yang kuat dengan dunia luar selama berabad-abad. Akan tetapi, laporan mengenai informasi sangat sedikit karena tidak terdapat bahasa tertulis dengan penduduk pribumi yang mencatat sejarah mereka.[11] Kehadiran pulau tersebut tercatat dari laporan penjelajah Fa Hsien pada abad ke-6 dan I Tsing pada abad ke-7.[12]

Dinasti Chola di bawah Rajendra Chola I menggunakan kepulauan Nikobar sebagai pangkalan angkatan laut pada abad ke-11, dengan tujuan menginvasi Asia Tenggara

Pada abad ke-11, Rajendra Chola I dari dinasti Chola mendirikan pelabuhan militer di kepulauan Nicobar. Tujuan tersebut adalah untuk menginvasi beberapa bagian wilayah Asia Tenggara.[13][14] Kepulauan Nicobar merupakan bagian dari rute perdagangan Chola yang didirikan untuk menghubungkan India dan Asia Tenggara, kegiatan yang terus berlanjut selama masa pemerintahan Rajendra II dan Kulothunga I.[15][16] Beberapa prasasti Chola yang berasal dari Thanjavur pada tahun 1050 menjelaskan kepulauan Nikobar disebut Ma-Nakkavaram, yang berarti "tanah telanjang yang besar" dalam bahasa Tamil.[17][18] Kepulauan Nikobar kemudian disebutkan dalam laporan dari beberapa penjelajah Marco Polo pada abad ke-13 dan Friar Oderic pada awal abad ke-14.[19][20]

Penduduk pertama

[sunting | sunting sumber]
Peta Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Di kepulauan Andaman, bangsa Andaman saat itu saling terpisah, sehingga bahasa dan budaya mereka juga menjadi berbeda. Pada tahun 1850-an, penduduk asli yang berada di Andaman adalah:[21]

Populasi kelompok-kelompok tersebut pada masa kedatangan bangsa Eropa berkisar pada angka 7.000 jiwa. Jumlah pendatang dari pulau utama meningkat (awalnya kebanyakan tahanan dan buruh, nantinya petani yang direkrut), sehingga penduduk asli kehilangan wilayah. Suku Jangil dan Andaman Besar segera punah dan hanya tersisa kira-kira 400-450 penduduk asli Andaman. Suku Jarawa dan Sentinel menjaga keberadaan mereka dengan menolak banyak usaha komunikasi.

Penduduk asli di kepulauan Nikobar (tidak berhubungan dengan penduduk Andaman) terisolasi dan memiliki hubungan yang jauh dengan kepulauan. Terdapat dua kelompok utama:

Era pra-kolonial

[sunting | sunting sumber]

Kepulauan ini menjadi basis maritim sementara untuk kapal-kapal Maratha pada abad ke-17. Laksamana Kanhoji Angre yang legendaris mengganggu rute kapal kolonial dengan menggunakan basis di kepulauan ini.

Upaya kolonisasi Austria

[sunting | sunting sumber]

Kekaisaran Austria berusaha menjadikan Kepulauan Nikobar sebagai koloni mereka. Koloni tersebut didirikan pada tahun 1778. Sebelumnya koloni ini merupakan koloni Denmark dan Austria mendirikannya dengan asumsi salah bahwa Denmark telah melepaskan klaimnya terhadap kepulauan ini.

Usaha dimulai oleh Maria Theresia dan Joseph II yang pada tahun 1760-an hendak mendirikan pos perdagangan di Asia untuk mendistribusikan produk Austria. Namun, Austria adalah kerajaan berbasis di daratan dan tidak memiliki cukup kekuatan laut untuk memperoleh, mempertahankan dan mengsuplai jajahan.

Pada tahun 1778, kapal "Joseph dan Maria" berhasil mencapai kepulauan Nikobar, yang baru saja ditinggalkan oleh Denmark. Denmark menyerah setelah kebanyakan warganya meninggal akibat penyakit malaria. Pada 12 Juli 1778, penduduk asli menandatangani dokumen yang menyerahkan empat pulau (Nancowry, Kamorta, Trinket dan Katchal) kepada Austria.

Pada tahun 1781, para kolonis protes akan sedikitnya air minum dan makanan, tetapi Wina mengindahkannya dan meninggalkan koloni tersebut. Ketika pemimpin koloni meninggal tahun 1783, usaha membuka koloni Austria berakhir bersamanya.

Periode kolonial Britania Raya

[sunting | sunting sumber]

Setelah usaha untuk mendirikan koloni di kepulauan oleh Britania Raya ditinggalkan setelah beberapa tahun (1789-1796), usaha kedua dilakukan dari tahun 1858. Tujuan utamanya adalah untuk mendirikan koloni tahanan untuk pejuang kemerdekaan dari India.

Britania Raya menggunakan kepulauan ini sebagai penjara yang terasing untuk anggota Gerakan Kemerdekaan India. Cara penahanan disebut Kalapan. Penjara Cellular di Port Blair disebut sebagai "Siberia" Kemaharajaan Britania.

Kepulauan ini diperintah oleh Kepala Komisioner Provinsi.

Britania Raya melanjutkan pendudukannya sampai Jepang melakukan invasi dan pendudukan terhadap kepulauan Andaman selama Perang Dunia II.

Invasi dan pendudukan Jepang

[sunting | sunting sumber]

Satu-satunya tujuan militer Jepang di kepulauan ini adalah kota Port Blair. Garnisiun terdiri dari 300 milisi Sikh dan 23 perwira, dan pada Januari 1942 ditambah dengan pasukan Gurkha. Dengan jatuhnya Rangoon pada tanggal 8 Maret 1942, Britania menyadari bahwa Port Blair tidak mungkin dipertahankan, dan pada 10 Maret, Britania mundur ke semenanjung Arakan. Port Blair diduduki pada tanggal 23 Maret 1942. Tentara Jepang tidak mendapat perlawanan dari milisi Sikh ketika mendarat. Jepang melucuti milisi tersebut, lalu menangkap dan mengirim perwira Britania ke Singapura sebagai tahanan perang. Kepala Komisioner Waterfall, Wakil Komisioner Mayor A.G. Bird dan perwira administratif Britania lainnya dipenjarakan. Jepang melepaskan tahanan di Penjara Cellular.

Kejadian tiga tahun berikutnya tidak mudah diketahui karena Jepang menghancurkan seluruh catatan ketika mereka meninggalkan kepulauan ini. Sumber utama adalah laporan yang tidak dipublikasi oleh penduduk asli yang bernama Rama Krishna, lalu sumber catatan yang tidak dipublikasi lainnya oleh D. McCarthy (seorang perwira Britania), bersama dengan laporan penduduk tua yang diwawancarai oleh sejarawan. Menurut mereka, Jepang melakukan kekejaman terhadap penduduk.[22][23][24]

Kekuasaan India

[sunting | sunting sumber]

Kekuasaan diserahkan dari Angkatan Laut Jepang kepada pemerintahan dalam pengasingan India di Singapura, Arzi Hukumate Azad Hind. Jendral Loganathan dari Angkatan Bersenjata Nasional India menjadi gubernur kepulauan Andaman dan Nikobar selama pendudukan singkatnya dalam Perang Dunia II. Pada tanggal 22 Februari 1944, ia bersama dengan empat orang dari Angkatan Bersenjata Nasional India, yaitu perwira Mansoor Ali Alvi, Sub. Lt. Md. Iqbal, Lt. Suba Singh dan stenografer Srinivasan tiba di bandar udara Lambaline di Port Blair. Pada tanggal 21 Maret 1944, markas utama pemerintahan sipil didirikan di dekat Gurudwara di Aberdeen Bazaar. Pada tanggal 2 Oktober 1944, kolonel Loganathan menyerahkan kekuasaan kepada Mayor Alvi dan meninggalkan Port Blair. Setelah itu, ia tidak pernah kembali lagi.[25]

Pulau Ross, Andaman Selatan, beberapa hari sebelum terjadinya gempa bumi Samudera Hindia 2004.

India (1947) dan Burma (1948) merdeka, sehingga Britania mengumumkan keinginan mereka untuk menetapkan kembali kembali seluruh orang Anglo-India dan Anglo-Burma di kepulauan untuk membentuk negaranya sendiri, walaupun hal ini tidak pernah terwujud.[26] Kepulauan ini menjadi bagian dari teritori India pada tahun 1950.

Gempa bumi Samudera Hindia 2004

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 26 Desember 2004, pantai di kepulauan Andaman dan Nikobar terkena tsunami setinggi 10 meter saat terjadinya gempa bumi Samudera Hindia 2004. Sekitar 7.000 penduduk diperkirakan tewas di kepulauan Andaman dan Nikobar akibat dari bencana ini.[26]

Sementara penghuni baru kepulauan menderita dengan jumlah kematian yang besar karena tsunami, kebanyakan penduduk asli selamat karena tradisi yang terus mengalir dari generasi ke generasi yang memperingati mereka untuk mengungsi dari ombak besar yang terjadi setelah gempa bumi besar.[27]

Politik dan pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan salah satu dari tujuh wilayah persatuan di India. Tidak seperti seperti negara bagian di India yang memiliki pemerintahan yang dipilih sendiri, wilayah persatuan diperintah secara langsung oleh pemerintahan India; presiden India menunjuk Letnan Gubernur untuk Kepulauan Andaman dan Nikobar.[28] Letnan Gubernur Andaman dan Nikobar sekarang adalah Bhopinder Singh. Sebelumnya, pada tahun 1946–1982, kepala wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar disebut Ketua Komisioner.

Wilayah ini memiliki 3 distrik, yaitu Distrik Andaman Utara dan Tengah, Distrik Andaman Selatan dan Distrik Nikobar. Administrasi distrik dikepalai oleh Wakil Komisioner.

Terdapat satu partai politik kecil dari wilayah ini, yaitu partai Swaraj Dal. Partai ini mengikuti pemilihan Lok Sabha 2004, menunjuk K Perumal sebagai kandidat mereka. Perumal menerima 298 suara (0,19% dari suara di kepulauan tersebut).

Pemandangan kepulauan Andaman dari udara.

Terdapat lebih dari 570 pulau di kepulauan Andaman dan Nikobar dan 38 pulau di kepulauan tersebut dihuni. Kebanyakan kepulauan (sekitar 550) berada dalam grup Andaman, 26 pulau dihuni. Nikobar yang lebih kecil memiliki 22 pulau utama dan 12 pulau dihuni. Andaman dan Nikobar terpisah oleh selat Sepuluh Derajat dengan luas 150 km.

Luas daerah kepulauan Andaman sebesar 6.408 km², sementara kepulauan Nikobar memiliki luas sebesar 1.841 km².

Kepulauan ini adalah puncak dari pegunungan laut yang terbentang pada zona tektonik besar yang terbentang dari Himalaya timur di perbatasan Myanmar sampai Sumatra dan Sunda Kecil.[29][30] Fisiografi kepulauan ini memiliki ciri-ciri topografi yang "berombak". Terdapat beberapa pulau yang datar, seperti Car Nikobar dan Trinket.

Kepulauan Andaman dan Nikobar memiliki hutan hujan tropis yang unik, oleh sebab itu terdapat campuran tumbuhan yang berasal dari India, Myanmar, Malaysia. Sekitar 2200 varietas tanaman ditemuan, 200 endemik dan 1300 tidak ada di India.

Hutan di Andaman selatan berkembang dengan penanaman epifit, kebanyakan tumbuhan pakis dan anggrek. Pelabuhan Andaman tengah kebanyakan merupakan hutan basah yang berganti daun. Andaman utara dikarakterisasikan oleh tipe hutan basah yang daunnya selalu berwarna hijau. Nikobar utara (termasuk Car Nikobar dan Battimalv) ditandai oleh penuh dengan hutan yang daunnya selalu berwarna hijau, sementara bentuk hutan yang serupa di Nikobar tengah dan selatan. Padang rumput hanya ada di Nikobar, sementara hutan yang daunnya berganti warna umumnya berada di Andaman. Diklaim bahwa 86.2% dari jumlah daerah merupakan hutan.

Hutan tersebut terbagi menjadi 12 tipe:

  1. Hutan hijau abadi besar/raya
  2. Hutan hijau abadi tropis Andaman
  3. Hutan hijau abadi tropis puncak
  4. Cane brakes
  5. Wet bamboo brakes
  6. Hutan semi-hijau abadi Andaman
  7. Hutan gugur lembap Andaman
  8. Hutan gugur lembap sekunder Andaman
  9. Hutan serasah
  10. Hutan mangrove (atau hutan bakau)
  11. Hutan campuran payau
  12. Submontane hill valley swamp forest

Hutan Andaman berlimpah-limpah dan memiliki spesies kayu sebanyak 200 atau lebih, sekitar 30 varietas dianggap komersial. Spesies kayu komersial utama adalah Gurjan (Dipterocarpus spp.) dan Padauk (Pterocarpus dalbergioides). Kayu dibawah ini memiliki catatan untuk formasi butir padi:

  1. Kayu marmer (Diospyros marmorata)
  2. Padauk (Pterocarpus dalbergioides),
  3. Silver Grey
  4. Chooi (Sageraea elliptical)
  5. Kokko (Albizzia lebbeck)

Padauk secara luas digunakan untuk membuat mebel.

Formasi Burr dan Buttress terkenal di dunia untuk daya tariknya dan bentuknya yang menarik. Bagian terbesar Buttress diketahui dari Andaman adalah meja bakal 13'x 7'. Bagian terbesar Burr juga merupakan meja makan untuk deapan orang.

Rudraksha yang suci (Elaeocarps sphaericus) dan pohon Dhoop/Resin juga ada di kepulauan ini.

Gajah india dikenalkan ke kepulauan ini selama abad ke-19 untuk transportasi kayu
Merpati nikobar, kerabat sintas terdekat Dodo yang telah punah

Terdapat lebih dari 8300 spesies fauna di kepulauan ini. 1117 di antaranya endemik.[31][32] Sebagian besar dari spesies-spesiesnya yang lebih besar didatangkan oleh kolonis dan pelancong, beberapa di antaranya menjadi endemik karena isolasi yang berkepanjangan. Terdapat lebih dari 55 spesies mamalia, 32 di antaranya endemik, dengan 26 spesies tikus dan 14 spesies kelelawar, menjadikan mereka sebagai yang paling beragam di antara mamalia.[33][34] Gajah india yang terancam dapat ditemukan di daerah-daerah pegunungan kepulauan ini, yang sebelumnya didatangkan dari dataran utama untuk membantu ekstraksi kayu pada 1883.[35] Spesies terancam dan terancam kritis pulau ini mencakup celurut andaman, celurut berduri andaman, celurut jenkins, celurut berduri nikobar, tupai nikobar, tikus kepulauan nikobar, tikus palem, itik andaman, celepuk nikobar, punggok andaman, dan katak timur darwin.[31] Fauna besar lainnya mencakup babi hutan, rusa tutul, kijang, dan rusa sambar.[33] Terdapat sekitar 270 spesies burung pada kepulauan ini, 90 diantaranya endemik.[31] Gua-gua kepulauan ini juga menjadi tempat bersarang walet sarang-putih, yang membangun sarang yang dapat dimasak menjadi sup sarang burung.[36] Kepulauan ini berperan sebagai tempat istirahat (bersinggah) sementara bagi burung-burung seperti kedasi australia, sikatan cina, dan blekok sawah ketika sedang bermigrasi jarak jauh.[37] Merpati nikobar yang ditemukan di pulau ini adalah kerabat sintas terdekat dari dodo yang telah punah.[38]

Karang di sekitar Pulau Havelock

Terdapat sekitar 64 spesies reptil, setengahnya endemik ke kepulauan ini.[31] Lebih dari 1350 spesies echinodermata dan moluska ditambah 200 spesies koral ditemukan di perairan-perairan di sekitar kepulauan ini.[34] Spesies-spesies air asin yang lebih besar mencakup buaya air asin, duyung, penyu, lumba-lumba, dan paus.[34] Terdapat lebih dari 1350 spesies ikan termasuk 13 spesies air tawar.[31] Kepulauan ini diketahui akan kerangnya. Eksploitasi kerang di sini dimulai pada awal abad ke-20.[33] Teritori ini menjadi rumah sekitar 896 spesies serangga bersayap, termasuk 225 spesies kupu-kupu.[31][33]

Terdapat sekitar 9 taman nasional, 96 cagar alam, dan satu suaka biosfer di kepulauan ini.[39][34] Pusat regional Andaman dari Survei Zoologi India didirikan pada 1977.[40] Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi didirikan pada 1983 dan mencakup 15 pulau di Andaman Selatan.[41]

Simbol-simbol resmi Andaman dan Nikobar[42]
Hewan Duyung (Dugong dugon) Burung Merpati kayu andaman (Columba palumboides)
Pohon Andaman padauk (Pterocarpus dalbergioides) Bunga Pyinma (Lagerstroemia hypoleuca)

Tabel ini adalah tabel produk domestik bruto kepulauan Andaman dan Nikobar pada harga pasar yang diperkirakan oleh Departemen Statistik dan Implementasi Program dengan figur jutaan Rupee India.[43]

TahunProduk domestik bruto
1980530
19851.060
19901.900
19956.750
20009.560

Produk domestik bruto kepulauan Andaman dan Nikobar diperkirakan pada tahun 2004 sebesar $354 juta.[43]

Pertanian

[sunting | sunting sumber]

Tanah seluas 48.675 hektar digunakan untuk pertanian. Padi, panen utama paling banyak ditanam di Andaman, sementara kelapa dan pohon pinang adalah panen utama dari Nikobar. Panen seperti kacang-kacangan, minyak sayur dan sayur-sayuran berkembang, diikuti dengan padi selama musik Rabi. Berbagai jenis buah yang berbeda seperti mangga, sawo, jeruk, pisang, pepaya, nanas dan sayuran akar-akaran tumbuh di daerah yang berbukit-bukit yang dimiliki oleh petani. Rempah-rempah, lada, cengkih, pala, dan kayu manis tumbuh di bawah sistem penanaman dua deretan bertingkat. Jumlah Karet, pohon palem dan kacang mede terbatas di kepulauan ini.

Terdapat 1.374 desa kerajinan tangan berskala kecil. Dua unit mahir dalam kegiatan pemrosesan ikan. Terpisah dari hal ini, terdapat unit kerajinan tangan kerang dan kayu, selain itu, juga terdapat empat unit industrial. Unit SSI memproduksi tas polietilena, pipa saluran PVC, cat dan pernis, gelas fiber dan penggiling tepung kecil, minuman ringan dan minuman, dan lain-lain. Unit kerajinan tangan juga membuat kerajinan kerang, produk roti, penggilingan beras, pembuatan furnitur, dan lain-lain. The Andaman and Nicobar Islands Integrated Development Corporation melebarkan sayapnya dalam bidang pariwisata, penangkapan ikan, industri dan keuangan industri dan agen untuk Alliance Air.

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Menurut sensus India tahun 2001, Kepulauan Andaman dan Nikobar memiliki penduduk sebesar 356.152 jiwa. Di kepulauan Andaman terdapat 314.084 penduduk, sementara di kepulauan Nikobar terdapat 42.068 penduduk. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin adalah:

  • Pria = 192.972 jiwa
  • Wanita = 163.180 jiwa.

Populasi wilayah ini meningkat cepat karena imigrasi dari daratan India.[29] Kepadatan penduduk diperkirakan sekitar 43/km². Kebanyakan dari penduduk tersebut adalah penetap dari daratan India. Penduduk asli hanya membentuk 9.54% dari jumlah populasi Andaman dan Nikobar. Tercatat terdapat 39 individu bangsa Sentinel.[44] Dampak akibat gempa bumi dan tsunami samudra Hindia tahun 2004 masih belum diketahui, tetapi mereka dipercaya selamat.

Bahasa utama yang dituturkan di Andaman dan Nikobar adalah Bahasa Bengali, Hindi, Tamil, Nikobar dan Telugu. Bahasa lain termasuk Bahasa Malayalam dan Inggris.[45]

Persentasi pemeluk agama di Kepulauan Andaman dan Nikobar berdasarkan sensus tahun 2011, dengan jumlah penduduk sebanyak 380.581 jiwa, yakni:[2]

Pekerjaan

[sunting | sunting sumber]

Pekerjaan utama warga Andaman dan Nikobar adalah agrikultur, peternakan, perikanan, perhutanan, perkebunan, konstruksi, transportasi, perdagangan dan perniagaan.[29] Orang asing yang ingin mengunjungi Kepulauan Andaman dan Nikobar memerlukan Izin Daerah Dibatasi; tetapi, sekarang tersedia pada lobi kedatangan di Bandar Udara Internasional Veer Savarkar di Port Blair.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "Perkiraan populasi Kepulauan Andaman dan Nikobar". 2001. Diakses tanggal 25 Juni 2008. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 "C −1 Population by religious community – 2011". Office of the Registrar General & Census Commissioner. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-25. Diakses tanggal 4 Mei 2021.
  3. ↑ "Andaman and Nicobar Islands". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-07. Diakses tanggal 25 Juni. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 "History of South Andaman". Government of Andaman and Nicobar Islands. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-21. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "History of North Andaman". Government of Andaman and Nicobar Islands. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-04-14. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 "History of Nicobar". Government of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-30. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Palanichamy, Malliya G.; Agrawal, Suraksha; Yao, Yong-Gang; Kong, Qing-Peng; Sun, Chang; Khan, Faisal; Chaudhuri, Tapas Kumar; Zhang, Ya-Ping (2006). "Comment on 'Reconstructing the Origin of Andaman Islanders'". Science. 311 (5760): 470. doi:10.1126/science.1120176. PMID 16439647.
  8. ↑ Cooper, Zarine (1996). "The Salient Features of Site Location in the Andaman Islands, Indian Ocean" (PDF). Asian Perspectives. 36: 222. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2024-07-14. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "NA2"
  10. ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "NB2"
  11. ↑ Williams, Victoria R. (2020). Indigenous Peoples: An Encyclopedia of Culture, History, and Threats to Survival. Bloomsbury Publishing. ISBN 979-8-216-10219-9.
  12. ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "NB3"
  13. ↑ Hultzsch, E. (1991). "Inscriptions on the walls of the central shrine". South Indian Inscriptions: Tamil Inscriptions of Rajaraja, Rajendra Chola and Others in the Rajarajesvara Temple at Tanjavur (dalam bahasa Tamil). Vol. 2. Chennai: Superintendent, Government Press. hlm. 109. Diakses tanggal 21 September 2022.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Nilakanta Sastri, K. A. (1955). "Rajendra- (A.D. 1012–1044)". The Cholas (Edisi 2nd). Chennai: G. S. Press. hlm. 211–213.
  15. ↑ Murfett, Malcolm H. Between 2 Oceans (2nd Edn): A Military History of Singapore from 1275 to 1971. hlm. 16.
  16. ↑ Cotterell, Arthur. Asia: A Concise History. hlm. 190.
  17. ↑ The Andaman and Nicobar Islands: Local Gazetteer. Government of India. 1908. hlm. 57.
  18. ↑ Cœdès, George (1918). "Le Royaume De Srivijaya" [The Kingdom of Srivijaya]. Bulletin de l'École Française d'Extrême-Orient (dalam bahasa French). 18 (6): 6. doi:10.3406/befeo.1918.5894. JSTOR 43729861. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-20. Diakses tanggal 21 September 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "NB4"
  20. ↑ Yule, Henry; Burnell, Arthur Coke (1903). "Nicobar Islands". Hobson-Jobson: A Glossary of Colloquial Anglo-Indian Words and Phrases, and of Kindred Terms, Etymological, Historical, Geographical and Discursive. Vol. 1. London: J. Murray. hlm. 624–625. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-26. Diakses tanggal 18 Maret 2023. {{cite book}}: Konflik URL–wikilinkPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ About andaman and nicobar islands Diarsipkan 2008-06-22 di Wayback Machine di Andamantours.in
  22. ↑ N. Iqbal Singh The Andaman Story (Delhi: Vikas Publ.) 1978
  23. ↑ Jayant Dasgupta Japanese in Andaman & Nicobar Islands. Red Sun over Black Water (Delhi: Manas Publications) 2002 hal42, 88-91
  24. ↑ L.P. Mathur Kala Pani. History of the Andaman & Nicobar Islands with a study of India's Freedom Struggle (Delhi: Eastern Book Corporation) 1985 pp247-255
  25. ↑ Roychowdhury, Rabin. "Black Days in Andaman and Nicobar Islands". New Delhi: Manas Pubs.
  26. 1 2 "The islands of good fortune". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-17.
  27. ↑ Subir Bhaumik. "Tsunami folklore 'saved islanders'" (dalam bahasa daam bahasa Inggris). BBC.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  28. ↑ Union Territories Diarsipkan 2009-08-15 di Wayback Machine at the National Portal of India
  29. 1 2 3 "THE ISLANDS, Geography & Geology, Soil & Climate, Demography". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-16. Diakses tanggal 2008-06-25.
  30. ↑ Kumar, Arun. "Application of RS and GIS in Damage Assessment and Rehabilitation of 26th December 2004 Great Indian Ocean Tsunami Event in Car Nicobar Island, India". Diakses tanggal 25 Juni. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  31. 1 2 3 4 5 6 Endemic Fauna of Andaman and Nicobar Islands Bay of Bengal (PDF) (Laporan). Zoological Survey of India. 2013. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-11-17. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Rao, Kailash Chandra; Devi, Kamala (2013). Endemic Animals of Andaman and Nicobar Islands. Zoological Survey of India. ISBN 978-81-8171-351-3.
  33. 1 2 3 4 "Flora and Fauna". Government of Andaman and Nicobar Islands. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. 1 2 3 4 Biodiversity of Andaman and Nicobar (PDF). Government of Andaman and Nicobar Islands (Laporan). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2024-04-09. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Thomas, Maria (4 Agustus 2016). "The incredible life of India's iconic swimming elephant". Qz. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-22. Diakses tanggal 22 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ Sankaran, R. (1999). The impact of nest collection on the Edible-nest Swiftlet in the Andaman and Nicobar Islands (PDF) (Laporan). Coimbatore: Salim Ali Centre for Ornithology and Natural History. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2010-07-04. Diakses tanggal 4 Juli 2010.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ Singh, Shiv Sahay (21 April 2019). "In a first, east Asian birds make Andaman stopover". The Hindu. ISSN 0971-751X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-11-07. Diakses tanggal 7 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ Shapiro, B.; Sibthorpe, D.; Rambaut, A.; Austin, J.; Wragg, G. M.; Bininda-Emonds, O. R. P.; Lee, P. L. M.; Cooper, A. (2002). "Flight of the Dodo" (PDF). Science. 295 (5560): 1683. Bibcode:2002Sci...295.1683S. doi:10.1126/science.295.5560.1683. PMID 11872833. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2018-11-20. Diakses tanggal 31 Januari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "Andaman and Nicobar Islands". Environmental Information System, Ministry of Environment, Forest and Climate Change, Government of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-09-19. Diakses tanggal 1 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "Regional centres". Zoological Survey of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-05-30. Diakses tanggal 1 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "Mahatma Gandhi Marine National Park". Government of India. Diakses tanggal 1 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ "State Symbols of India". Environmental Information System, Ministry of Environment, Forest and Climate Change, Government of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-09-22. Diakses tanggal 30 Agustus 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. 1 2 National Accounts Division: Press release & Statements
  44. ↑ Census of India 2001 (pdf), A&N Islands, Number of Households, Total Population and Population of Scheduled Castes and Scheduled Tribes.
  45. ↑ INDAX - A comprehensive guide to India

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]